Minggu, 23 Juni 2013

Bakteri E.Coli (Escherichia Coli)

Assalamualaikum, Selamat sore semuanya, Aduh Ga Ngeliat Kamu seharian aja rasanya kayak ga bertemu 1 tahun hahaha -==933==-. udah... udah.. .kali ini saya ingin Posting artikel tentang kesehatan >>Bakteri<<. Pernah Dengar Bakteri Escherichia Coli atau disingkat E.Coli, hmm ini banyak disorot oleh media tentang wabahnya yang menghasilkan racun yang sangat mematikan. oke kita langsung saja.

E. coli merupakan singkatan dari Escherichia coli yang mengacu pada sekelompok bakteri yang biasanya ditemukan dalam makanan dan air. Kebanyakan dari bakteri ini tidak berbahaya, tetapi beberapa jenis dapat menyebabkan penyakit. Penyakit akibat E. coli timbul saat bakteri ini melepaskan racun yang dinamakan Sehiga sehingga membuat orang sakit. Racun E. coli paling sering menyebabkan masalah perut dan usus, seperti diare dan muntah. Sebagian kecil kasus infeksi bisa mengancam jiwa, sementara penderita yang lain akan pulih setelah sekitar satu minggu. Anak-anak, orang-orang dengan gangguan sistem kekebalan tubuh, dan orang tua berada pada risiko tertinggi akibat serangan E. coli.

Manfaat
Bakteri E. Coli yang berada di dalam usus besar manusia berfungi untuk menekan pertumbuhan bakteri jahat, dia juga membantu dalam proses pencernaan termasuk pembusukan sisa-sisa makanan dalam usus besar. Fungsi utama yang lain dari E. Coli adalah membantu memproduksi vitamin K melalui proses pembusukan sisa makan. Vitamin K berfungsi untuk pembekuan darah misalkan saat terjadi perdarahan seperti pada luka/mimisan vitamin K bisa membantu menghentikannya.


Bahaya
Dalam jumlah yang berlebihan bakteri E. Coli dapat mengakibatkan diare, dan bila bakteri ini menjalar ke sistem/organ tubuh yang lain dapat menginfeksi. Seperti pada saluran kencing, jika bakteri E. Coli sampai masuk ke saluran kencing dapat mengakibatkan infeksi saluran kemih/kencing [ISK], umumnya terjadi pada perilaku sek yang salah [anal sek] juga resiko tinggi bagi wanita karena posisi anus dan saluran kencingnya cukup dekat sehingga kemungkinan bakteri menyebrang cukup besar tepatnya ketika membersihkan anus setelah BAB [Buang Air Besar] untuk itu arahkan air juga tangan ke arah belakang saat membersihkan anus jangan ke depan agar tidak mengkontaminasi saluran kencing.

Sedangkan bakteri Escherichia Coli tipe O157:H7 sudah dipastikan berbahaya, E. Coli tipe O157:H7 dapat bertahan hidup pada suhu yang sangat rendah dan asam. Untuk bakteri E. Coli yang sedang mewabah di Eropa [Jerman] saat ini belum diketahui jenisnya [kemungkinan tipe O157:H7]. Selain di usus besar bakteri ini banyak juga di alam liar, jadi masak makanan dengan matang dan jaga kebersihan untuk menghindari dampak buruk dari Escherichia Coli.
Struktur E.coli

Bakteri Escheria Coli merupakan kuman dari kelompok gram negatif, berbentuk batang dari pendek sampai kokus, saling terlepas antara satu dengan yang lainnya tetapi ada juga yang bergandeng dua-dua (diplobasil) dan ada juga yang bergandeng seperti rantai pendek, tidak membentuk spora maupun kapsula, berdiameter ± 1,1 – 1,5 x 2,0 – 6,0 ┬Ám, dapat bertahan hidup di medium sederhana dan memfermentasikan laktosa menghasilkan asam dan gas, kandungan G+C DNA ialah 50 sampai 51 mol % (Pelczar dan Chan, 1988:949).

Pertumbuhan Bakteri E.Coli

Pertumbuhan Bakteri E.Coli

Bakteri ini bisa menggandakan tubuhnya atau yang disebut pula dengan generasi dalam waktu 15 hingga 20 menit saja. dalam waktu tersebut bakteri ini mampu menggandakan tubuhnya menjadi dua kali lipat. Dalam bagan geometrik eksponensiall, tercatat dalam waktu 10 jam saja satu sel bakteri ini bisa menggandakan tubuhnya dan berkembang menjadi lebih dari 1 triliun sel.

Escherichia coli dapat tumbuh di medium nutrien sederhana, dan dapat memfermentasikan laktosa dengan menghasilkan asam dan gas (Pelczar dan Chan, 2005:169). Kecepatan berkembangbiak bakteri ini adalah pada interval 20 menit jika faktor media, derajat keasaman dan suhu tetap sesuai. Selain tersebar di banyak tempat dan kondisi, bakteri ini tahan terhadap suhu, bahkan pada suhu ekstrim sekalipun. Suhu yang baik untuk pertumbuhan bakteri ini adalah antara 80C-460C, tetapi suhu optimumnya adalah 370C. Oleh karena itu, bakteri tersebut dapat hidup pada tubuh manusia dan vertebrata lainnya (Dwidjoseputro, 1978:82).
Taksonomi Escherichia coli sebagai berikut (Dwidjoseputro, 1978:105):
Divisi : Protophyta
Kelas : Schizomycetes
Ordo : Eubacteriales
Famili : Enterobacteriaceae
Genus : Escherichia
Spesies : Escherichia coli
Pelczar dan Chan (1988:809-810) mengatakan Escherichia coli merupakan bagian dari mikrobiota normal saluran pencernaan. Escherichia coli dipindahsebarkan dengan kegiatan tangan ke mulut atau dengan pemindahan pasif lewat makanan atau minuman.
Morfologi dan ciri-ciri pembeda Escherichia coli yaitu:
(1) merupakan batang gram negatif.
(2) terdapat tunggal, berpasangan, dan dalam rantai pendek.
(3) biasanya tidak berkapsul.
(4) tidak berspora.
(5) motil atau tidak motil, peritrikus.
(6) aerobik, anaerobik fakultatif.
(7) penghuni normal usus, seringkali menyebabkan infeksi.
Escherichia coli dalam usus besar bersifat patogen apabila melebihi dari jumlah normalnya. Galur-galur tertentu mampu menyebabkan peradangan selaput perut dan usus (gastroenteritis) (Pelczar dan Chan, 1988:809-810). Bakteri ini menjadi patogen yang berbahaya bila hidup di luar usus seperti pada saluran kemih, yang dapat mengakibatkan peradangan selaput lendir (sistitis) (Pelczar dan Chan, 1988:545).
Escherichia coli dapat dipindahsebarkan melalui air yang tercemar tinja atau air seni orang yang menderita infeksi pencernaan, sehingga dapat menular pada orang lain. Infeksi yang timbul pada pencernaan akibat dari serangan bakteri Escherichia coli pada dinding usus menimbulkan gerakan larutan dalam jumlah besar dan merusak kesetimbangan elektrolit dalam membran mucus. Hal ini dapat menyebabkan penyerapan air pada dinding usus berkurang dan terjadi diare .(Pelczar dan Chan, 1988:810).

Sumber Penyebaran Bakteri E.Coli




Daging
E. coli umum terdapat dalam daging. Daging bisa terkontaminasi selama pengolahan dan ketika tidak dimasak sampai matang.
Itu sebab, direkomendasikan memasak daging dengan suhu minimal 70 derajat Celsius untuk membunuh bakteri.
Anda juga harus menyimpan daging dalam freezer sebelum digunakan untuk memastikan tidak terjadi kontaminasi dan mencegah peningkatan populasi E. coli yang mungkin sudah ada sebelumnya di dalam daging.

Susu dan Keju
Produk susu juga berpotensi terkontaminasi oleh bakteri E. coli. Selalu lakukan Pasteurisasi pada produk susu, keju dan masak telur sampai matang untuk mencegah kontaminasi E. coli.
Pasteurisasi merupakan proses memanaskan semua produk susu pada suhu tertentu untuk membunuh bakteri yang ada.

Buah dan Sayuran
Seperti halnya dengan daging dan produk susu, buah-buahan dan sayuran juga dapat terkontaminasi E. coli saat kontak dengan air yang terinfeksi.
Mencuci buah-buahan dan sayuran sebelum dikonsumsi akan menurunkan risiko terinfeksi oleh E. coli.

Kolam Renang, Danau, Sungai, dll
E. coli juga dapat bertahan hidup pada sumber-sumber air yang terkontaminasi seperti danau, kolam renang, dan kolam.
Pastikan kolam renang yang Anda gunakan telah diuji kandungan E. coli nya secara teratur.
Hindari kolam dan danau yang juga digunakan oleh hewan ternak karena risiko terkontaminasi E. coli akan semakin besar.

Perngaruh Racun E.coli Yang Berlebihan Bagi Sistem Tubuh Manusia

Berikut adalah sistem tubuh yang terpengaruh oleh racun E. coli.

Gasterointestinal
Mengkonsumsi makanan yang terkontaminasi merupakan penyebab utama infeksi E. coli.
Dalam usus, bakteri ini menghasilkan racun yang mengiritasi dan akhirnya merusak lapisan usus, menyebabkan kolitis hemolitik atau hemoragik.
Kerusakan jaringan akan memicu kram perut dan diare berdarah yang bisa berlangsung selama lebih dari seminggu.

Ginjal
Kerja ginjal juga dapat dipengaruhi oleh E.coli.
Terutama pada anak-anak, sindrom uremik hemolitik (SUH) dapat terjadi dan bisa berakibat mematikan.
Nama penyakit ini mengacu pada hemolisis, atau sel darah merah yang terurai.
Serpihan sel darah merah yang telah terurai lantas menyumbat tubulus ginjal, sehingga ginjal tidak dapat lagi memproduksi urin.
Jika dibiarkan, kondisi ini bisa memicu kegagalan ginjal.

Peredaran darah
Sebuah kondisi yang mirip dengan SUH yang disebut sebagai thrombocytopenic purpura (TTP) juga dapat terjadi akibat infeksi E.coli.
Sering menyerang orang lanjut usia, TTP mirip dengan anemia yang disertai komplikasi lain seperti demam, dan gagal ginjal.
Tingkat kematian untuk TTP dapat mencapai 50 persen.

Riwayat Wabah Mematikan E.Coli

Republika(08/06/2011). Wabah Bakteri E Coli atau Escherichia coli sungguh membuat kalut negara-negara di Eropa. Misteri Asal-usul penyebaran bakteri yang telah menelan 23 korban jiwa ini belum juga terpecahkan.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan penyakit akibat bakteri E Coli (Escherichia coli) yang melanda Jerman dan 11 negara lainnya di wilayah Eropa hingga kini telah mencapai 2.260 kasus dan mengakibatkan kematian 22 orang. Hingga 5 Juni 2011, Jerman telah melaporkan timbulnya 1.536 kasus EHEC tanpa HUS –yaitu peningkatan sebanyak 108 kasus dari satu hari sebelumnya– dan mengakibatkan kematian terhadap enam orang.

Secara keseluruhan, 31 kasus HUS –satu orang meninggal– dan 71 kasus EHEC dilaporkan terjadi di 11 negara Eropa, yaitu Austria, Ceko, Denmark, Perancis, Belanda, Norwegia, Polandia, Spanyol, Swedia, Swiss dan Kerajaan Inggris. Tidak hanya di Eropa, penyakit E Coli juga terjadi di Amerika Serikat.

WHO menjelaskan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS sebelumnya telah melaporkan terjadinya dua kasus HUS, yang keduanya berkaitan dengan penyakit E. coli di Eropa dan terbawa melalui perjalanan. Seperti yang diungkapkan WHO pekan lalu, E Coli timbul akibat adanya ketegangan yang jarang ditemukan pada bakteri.

EHEC merupakan ketegangan bakteri E Coli yang sangat parah, biasanya ditemukan pada usus binatang, terutama binatang-binatang menyusui/pemamah biak. Menurut WHO, EHEC memproduksi racun yang dikenal sebagai “Shigatoxin” atau “verotoxin”, yang bisa merusak sel-sel darah serta ginjal.

Penyakit EHEC dapat dikenali melalui beberapa gejala, yaitu orang yang bersangkutan mengalami kram perut dan diare, yang mungkin juga disertai pendarahan. Gejala EHEC dapat juga berupa demam dan muntah-muntah, kata WHO. Kebanyakan pasien yang terkena EHEC akan berangsur sembuh dalam waktu 10 hari. Dalam sejumlah kecil kasus, terutama pada anak-anak dan orang tua, penyakit tersebut dapat menjadi penyakit yang mengancam nyawa, seperti HUS yang bisa menyebabkan gagal ginjal akut, anemia haemolytic dan rendahnya tingkat trombosit.

Sementara itu, di Indonesia Kementerian Kesehatan telah memberikan panduan untuk mencegah EHEC dan HUS, yaitu dengan mengimbau masyarakat menjalankan perilaku hidup bersih dan sehat ( PHBS )seperti mencuci tangan pakai sabun setelah buang air besar (BAB) sebelum makan. Mereka yang mengalami diare disertai pendarahan ataupun menderita sakit setelah bepergian dari Jerman dan kontak dengan penderita, diimbau segera berkonsultasi kepada dokter atau petugas kesehatan. Kementerian Kesehatan juga mengingatkan lima kunci untuk keamanan pangan seperti yang dianjurkan WHO, yaitu jaga kebersihan; pisahkan bahan mentah dengan makanan matang; masak makanan sampai matang; jaga makanan pada suhu aman; dan gunakan air bersih untuk mencuci bahan pangan. Sehingga dapat terhindar dari wabah yang disebabkan oleh bakteri E Coli.

Sekian Dari saya Raynaldi semoga artikel ini dapat bermanfaat bagi anda semua ^_^ dan kalau mau di copas semuanya silahkan tapi cantumkan subernya Bro, wassalamualaikum wr. wb.

I Love You NM.

0 komentar:

Poskan Komentar